Dulu 62,5 Persen Puas, Kini 61,6 Persen Publik Kecewa Pelaksanaan Program MBG

JAKARTA, SJP – Sebanyak 61,6 persen publik nasional kini merasa kurang atau tidak puas sama sekali dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menandai perbalikkan drastis sikap masyarakat dari yang semula optimistis menjadi kecewa setelah melihat langsung eksekusi di lapangan.

Temuan ini terungkap dalam survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP yang dilakukan pada 5- 19 Juli 2026 dan dipresentasikan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal YouTube SMRC TV pada Selasa, 28 Juli 2026.

Pergeseran dinamika opini publik ini tergolong ekstrem dalam kurun waktu hanya sembilan bulan. Pada survei November 2025, saat program ini baru diinisiasi dan didominasi oleh harapan masyarakat, tingkat kepuasan publik terhadap MBG masih sangat tinggi mencapai 62,5 persen, sementara kelompok yang tidak puas hanya berada di angka 33,9 persen.

Namun, seiring berjalannya waktu dan makin masifnya pelaksanaan program di lapangan, angka kepuasan tersebut terus tergerus menjadi 53,1 persen pada Februari – Maret 2026, hingga akhirnya anjlok ke angka 33,8 persen pada survei Juli 2026, berbalik posisi dengan tingkat ketidakpuasan yang membengkak hingga 61,1 persen.

Deni Irvani menjelaskan bahwa penurunan kepuasan hingga hampir 30 persen ini terjadi seiring dengan pengalaman langsung yang dirasakan oleh masyarakat. Ketika program baru diluncurkan, penilaian publik umumnya masih didasarkan pada harapan (expectation), namun seiring berjalannya waktu evaluasi publik bergeser pada fakta serta realitas di lapangan, mulai dari masalah tata kelola distribusi hingga munculnya isu-isu krusial yang mewarnai pemberitaan media nasional.

Secara popularitas, program MBG sejatinya telah berhasil menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia dengan tingkat pengenalan (awareness) mencapai 95,4 persen dan hanya 4,6 persen warga yang mengaku belum tahu.

Namun, dari kelompok masyarakat yang mengetahui program ini, penilaian kualitasnya tergolong sangat kritis, di mana hanya 6,2 persen warga yang menyatakan sangat puas dan 27,6 persen menyatakan cukup puas. Sementara itu, kelompok masyarakat yang menyatakan kurang puas mencapai 31 persen dan yang tidak puas sama sekali berada di angka 30,6 persen, dengan 4,6 persen sisanya tidak memberikan jawaban.

Riset nasional SMRC ini menjangkau seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dengan melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak (random). Metode wawancara dilakukan secara fleksibel menyesuaikan karakteristik populasi, yakni melalui telepon sebesar 83,8 persen bagi pemilik seluler dan wawancara tatap muka sebesar 16,2 persen bagi warga tanpa telepon.

Menggunakan margin of error sekitar kurang lebih 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, pergeseran angka statistik pada survei ini secara ilmiah dinyatakan valid dan signifikan karena perubahan yang terjadi melebihi ambang batas minimal 7,4 persen. (**)

Editor: Danu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>