Dua Kali Lakukan Perundungan, Siswa SMP Viral di Blitar Resmi Pindah Sekolah

BLITAR, SJP — Kasus dugaan perundungan (bullying) yang melibatkan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Blitar menyimpak fakta baru. 

Siswa yang menjadi pelaku dalam video viral di media sosial tersebut ternyata sudah dua kali melakukan aksi perundungan terhadap teman sekolahnya.

Aksi perundungan pertama terjadi di lingkungan SMP Negeri di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Kejadian tersebut sempat diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi yang melibatkan pihak sekolah, keluarga pelaku, dan keluarga korban.

Dalam mediasi tersebut, pelaku bahkan telah menandatangani surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya pada 3 Agustus 2026. Namun, tak berselang lama setelah kesepakatan damai dibuat, pelaku kembali mengulangi tindakan serupa. Aksi kedua inilah yang direkam dan menyebar luas hingga viral di media sosial.

Kepala SMP, Sri Yuana Partiwi, membenarkan bahwa pelaku dan korban yang ada dalam video merupakan anak didiknya. Pelaku tercatat sebagai siswa kelas 7, sementara korban adalah kakak tingkatnya di kelas 8.

“Iya, yang kedua anak ini memang peserta didik kami dan ini sebelumnya sudah pernah terjadi. Yang pertama sudah kami mediasi, sudah ada surat pernyataan. Ternyata terjadi lagi,” kata Sri Yuana Partiwi pada Sabtu (8/8/2026).

Sri menjelaskan bahwa aksi perundungan kedua ini berlangsung di luar lingkungan sekolah dan di luar jam pelajaran. Kendati pengawasan utama di luar sekolah berada di tangan orang tua, pihak sekolah tetap mengambil tindakan tegas dengan memanggil siswa yang terlibat.

“Meski kejadian di luar sekolah dan itu sepenuhnya pengawasan maksimal ada di orang tua, kami tidak diam saja. Kami panggil siswa itu untuk diberi edukasi,” tutur Sri.

Buntut dari mencuatnya kasus kedua ini, orang tua pelaku memutuskan untuk menarik anaknya dari SMP tersebut. Pihak keluarga secara resmi telah mengajukan pengunduran diri dan memproses kepindahan siswa tersebut ke sekolah lain.

“Per kemarin, dari pihak keluarga menyatakan anaknya mengundurkan diri dari sekolah, akan diproses untuk pindah ke sekolahan yang lain,” ujar Sri.

Pihak sekolah berharap insiden ini menjadi evaluasi dan pembelajaran berharga bagi seluruh siswa maupun orang tua agar tindakan perundungan tidak kembali terulang di kemudian hari. (*) 

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>