Geger Sarang Piton Raksasa di Surabaya, Damkar Amankan Ular 5 Meter dan 15 Telur

SURABAYA, SJP — Keberadaan sarang reptil berukuran raksasa mengancam keselamatan warga di kawasan Surabaya Barat. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengevakuasi seekor ular piton sepanjang 5 meter beserta 15 butir telurnya yang tersembunyi di dekat pemukiman penduduk pada Ahad (23/8/2026).

Reptil dengan diameter tubuh mencapai 15 sentimeter tersebut ditemukan bersarang di tumpukan sampah lahan terbuka. Lokasi persembunyian yang dipenuhi tumpukan material bekas dan limbah rumah tangga tersebut berjarak sangat dekat dengan rumah-rumah warga.

Penemuan ini bermula dari laporan masyarakat yang resah setelah melihat penampakan ular berukuran besar di area pembuangan sampah tersebut. 

Menindaklanjuti aduan warga, DPKP Kota Surabaya langsung menerjunkan tim evakuasi ke lokasi kejadian.

Satu unit tempur dari Pos Kandangan dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan ular raksasa tersebut. 

Proses evakuasi di lapangan berjalan cukup sulit lantaran posisi ular berada di dalam kerimbunan dan kedalaman tumpukan sampah yang tebal.

Kabid Damkar DPKP Kota Surabaya M Rokhim mengonfirmasi bahwa setelah melalui proses penanganan ekstra, petugas akhirnya berhasil mengamankan piton tersebut. Tak berhenti di situ, petugas yang melakukan penyisiran susulan di sekitar lokasi persembunyian dibuat terkejut dengan ditemukannya belasan butir telur ular yang siap menetas.

“Satu unit tempur pos kandangan kami berangkatkan untuk melakukan evakuasi ular jenis piton dengan panjang kurang lebih lima meter dan berdiameter 15 cm. Ular ditemukan di tumpukan sampah lahan terbuka,” ungkap Rokhim, Ahad (23/8/2026).

Temuan 15 butir telur ini mengindikasikan bahwa lahan terbuka yang tertutup tumpukan sampah tersebut telah dimanfaatkan oleh reptil predator sebagai tempat berkembang biak yang aman dan tersembunyi.

Atas insiden ini, DPKP Kota Surabaya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan pemukiman. Lingkungan yang kotor serta tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk sangat rawan menjadi sarang ideal bagi hewan liar dan berbahaya seperti ular.

Pihak damkar juga meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri yang berisiko jika menemukan reptil berukuran besar atau berbisa. Warga diminta segera meminta bantuan tenaga profesional agar proses penanganan berjalan aman tanpa menimbulkan korban jiwa. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>