MALANG, SJP – Ribuan jamaah memadati halaman Lapangan Lumba-Lumba, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat (4/9) malam. Mereka hadir dalam Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan KH Anwar Zahid sebagai penceramah.
Kehadiran ulama asal Bojonegoro tersebut menjadi magnet tersendiri. Masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Turen dan wilayah sekitar tampak antusias mengikuti pengajian hingga rangkaian tausiyah berlangsung.
Di tengah suasana tersebut, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan. Pesan yang disampaikan juga diarahkan pada bagaimana keteladanan Rasulullah SAW diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun hubungan yang baik antarsesama.
Bupati Malang HM Sanusi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, inti peringatan tersebut adalah mengambil keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini jangan hanya kita jadikan sebagai kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat meneladani akhlak Rasulullah SAW, baik dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Sanusi.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan kondisi masyarakat yang semakin membutuhkan ruang kebersamaan. Pengajian akbar yang dihadiri ribuan warga sekaligus mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu majelis.
Sanusi juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat, menurutnya, tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
“Kerukunan dan kebersamaan harus terus kita jaga. Perbedaan jangan menjadi penghalang bagi kita untuk bersatu. Justru dengan kebersamaan, insyaallah berbagai persoalan dapat kita hadapi dan pembangunan Kabupaten Malang dapat terus berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Sementara itu, KH Anwar Zahid menyampaikan tausiyah dengan gaya dakwah yang komunikatif dan dekat dengan jamaah. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan pentingnya menjaga hubungan antarmanusia.
Keteladanan Rasulullah kemudian menjadi titik penting dalam pesan Maulid tersebut. Akhlak, kepedulian, kasih sayang dan persaudaraan menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Antusiasme jamaah terlihat sepanjang kegiatan. Ribuan masyarakat tetap mengikuti tausiyah hingga selesai, menunjukkan bahwa pengajian dengan menghadirkan tokoh agama yang dekat dengan masyarakat masih memiliki daya tarik kuat sebagai ruang mendapatkan siraman rohani sekaligus memperkuat ikatan sosial.
Bagi masyarakat Turen, momentum tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang bertemu, bersilaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Sanusi berharap kegiatan keagamaan semacam itu terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sosial masyarakat.
“Semoga dengan kegiatan seperti ini, keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat, serta kecintaan kita kepada Rasulullah SAW semakin kuat. Mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Malang senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, keamanan dan kerukunan,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries