SIDOARJO, SJP — Penanganan medis terhadap ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perkembangan positif.
Hingga Sabtu (5/9/2026) pagi, jumlah korban yang masih membutuhkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan tersisa tiga orang, sementara 723 santri lainnya telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.
Ketiga santri tersebut menjalani rawat inap terpisah, yaitu dua orang di RSUD RT Notopuro Sidoarjo dan satu orang di RSU Anwar Medika.
Pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa kondisi para pasien yang tersisa kini kian stabil dan berpeluang besar untuk segera meninggalkan ruang perawatan dalam waktu dekat.
“Untuk hari ini tinggal dua pasien, kemungkinan hari ini akan dipulangkan,” ujar Humas RSUD RT Notopuro, Rizqi Maulana, saat memberikan keterangan terkait perkembangan kondisi korban melalui sambungan telepon pada Sabtu (5/9/2026).
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo merilis penyesuaian data resmi terkait total jumlah korban penanganan medis. Berdasarkan hasil verifikasi ulang hingga Sabtu pukul 06.00 WIB, jumlah pasien terverifikasi dikoreksi menjadi 726 orang dari yang sebelumnya sempat tercatat sebanyak 748 orang.
Koreksi data tersebut dilakukan setelah petugas menemukan adanya 22 pencatatan ganda pada sistem data fasilitas kesehatan. Kesalahan input terjadi akibat penggunaan format nama yang berbeda untuk pasien yang sama, yakni pencatatan menggunakan nama panggilan dan nama lengkap saat penanganan awal. Pemutakhiran ini memastikan seluruh data korban terintegrasi secara valid, seiring berangsur pulihnya kesehatan para santri secara keseluruhan. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries