BANGKALAN, SJP – Maksud hati ingin menerapkan ilmu parenting modern tentang pentingnya menghabiskan waktu bersama anak, seorang pria berinisial MA (47) di Bangkalan justru kebablasan. Bukannya diajak les berenang atau main layangan, anak balian yang baru berusia 13 tahun ini malah diseret masuk ke industri pencurian sepeda motor.
Modus yang dipakai MA tergolong sangat “kreatif” sekaligus sesat. Ia sengaja memanfaatkan figur anaknya sebagai tameng emosional. Logikanya sederhana: warga sekitar tidak akan curiga pada sosok ayah penyayang yang sedang membonceng anaknya di sore hari. Siapa sangka, di balik kehangatan bapak-anak itu, ada niat implisit untuk mengembara membawa pulang motor orang lain.
Dalam ekosistem parenting abal-abal ini, sang ayah juga menerapkan pembagian kerja yang cukup disiplin. Sang Anak (13 th), mengemban bertugas celingukan memantau situasi dan memberikan sinyal aman. Sang Ayah bertindak sebagai membobol kunci dan mengeksekusi target.
Sayangnya, kurikulum kejahatan keluarga ini tidak memperhitungkan keberadaan teknologi modern. Aksi bonding sesat mereka di kawasan ruko Kecamatan Burneh, Bangkalan, terekam sangat jelas oleh kamera CCTV. Lensa kamera rupanya tidak tersentuh oleh drama kehangatan bapak-anak tersebut dan tetap mencatat aksi mereka sebagai tindak pidana murni.
Kini, program “magang” sang anak resmi dihentikan oleh pihak kepolisian, dan agenda family time mereka terpaksa berpindah lokasi ke sel tahanan. Sebuah pelajaran berharga bagi para orang tua: jika ingin mengajarkan kerja sama tim pada anak, pastikan strateginya tidak melanggar Pasal 363 KUHP. (**)
Editor: Danu