Kronologi Anak di Bojonegoro yang Bunuh Ibu Kandung dengan Batu Paving

BOJONEGORO, SJP – Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Supatmi (65), warga Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, mulai terungkap. Korban diduga meninggal setelah diserang anak kandungnya sendiri, Mahfud (30), menggunakan batu paving.

Kanit 1 Pidum Satreskrim Polres Bojonegoro, Iptu Michel Manansi, mengatakan kronologi kejadian diketahui berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi, termasuk keponakan pelaku yang berada di lokasi setelah kejadian.

Menurut Michel, sebelum peristiwa tersebut terjadi, kedua orang tua Mahfud memilih meninggalkan rumah sementara karena merasa khawatir dengan kondisi anaknya.

“Jadi paginya pelaku mencari orang tuanya. Karena kedua orang tuanya sudah merasa tidak enak dengan kondisi anaknya tersebut, kemudian memilih mengungsi ke rumah kakak pelaku,” kata Michel.

Mahfud kemudian mendatangi rumah kakaknya untuk mencari kedua orang tuanya. Di tempat tersebut, pelaku sempat terlibat perselisihan dengan kakaknya. Setelah itu, Mahfud kembali ke rumah dan menunggu kepulangan kedua orang tuanya.

Beberapa waktu kemudian, Supatmi bersama suaminya, Mahbop (70), pulang ke rumah. Saat mengetahui kedua orang tuanya telah kembali, Mahfud kembali mengamuk.

Dalam kondisi tersebut, Mahfud diduga terlebih dahulu menyerang ayahnya menggunakan batu paving. Mahbop berhasil menghindar dan kemudian berlari menuju rumah kakaknya untuk meminta pertolongan.

“Bapaknya bisa menghindar dan kemudian kabur ke rumah kakaknya untuk meminta pertolongan,” ungkap Michel.

Namun, Supatmi yang diketahui dalam kondisi stroke tidak mampu menyelamatkan diri. Pelaku kemudian diduga menyerang ibunya menggunakan batu paving hingga korban meninggal dunia.

“Sedangkan ibunya yang dalam kondisi stroke tidak bisa menghindar. Kemudian pelaku menghantam kepala ibunya beberapa kali menggunakan batu paving hingga meninggal dunia,” bebernya.

Aksi tersebut kemudian diketahui oleh keponakan Mahfud. Mendapat informasi bahwa pamannya kembali mengamuk, keponakan pelaku langsung mendatangi rumah tersebut untuk menghentikannya.

“Keponakannya yang mendapat kabar pamannya kembali mengamuk langsung menuju lokasi dan menghentikan aksi pelaku dengan memiting lehernya dari belakang,” terang Michel.

Setelah pelaku berhasil dihentikan, warga sekitar berdatangan dan mengamankan Mahfud. Selanjutnya, pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian.

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya batu paving yang diduga digunakan dalam penyerangan serta sejumlah pakaian.

Akibat kejadian tersebut, Supatmi meninggal dunia. Sementara Mahbop mengalami luka setelah sebelumnya diduga menjadi sasaran serangan pelaku.

Mahfud kini diamankan di Satreskrim Polres Bojonegoro untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga masih mendalami kondisi kejiwaan pelaku guna memastikan latar belakang dan kondisi yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. (*) 

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>